Ini adalah kisah perjalanan hidup DWI HANDOKO sejak dilahirkan hingga masa sekolah maksimal SMA. Kesedihan dan kebahagiaan hidup bersama keluarga, teman, dan saudara. Kesulitan pemikiran masa kecil mencari jalan keluar setiap masalah. Semua ada dalam blog ini. Saran kritik hubungi telpon 085853727071 / 085850282428. Alamat surat & rumah ASRAMA POLISI KOLOMBO 6C PERAK BARAT - SURABAYA 60177 JAWA TIMUR - INDONESIA - ASIA. (CAK HANDOKO LUDRUK : facebook, youtube, blogspot, twitter)
Sabtu, 18 Oktober 2014
Kamis, 21 Agustus 2014
Ketika KALAH dalam PEMILIHAN
HARI INI
KEPUTUSAN MK
PENENTUAN
SIAPA PRESIDEN KITA
Kalau PRABOWO
protes atas kekalahannya
Aku memahaminya,
KALAH BUKAN BERARTI SALAH
Karena aku pun
pernah mengalami hal yang sama
Cerita ketika
SMA
PERTAMA
Kalah dalam
pemilihan PEMIMPIN REDAKSI MAJALAH
Aku marah
bukan main
Aku menyesal
bukan main
Masalahnya sepele
Waktu itu
aku keluar kelas
Ketika pemilihan
sedang berlangsung
Saat itu
temanku SIAM HASANDI
Mengajakku buka
buku tabungan
Secara tidak
sopan aku pun keluar kelas
Tanpa ijin
pak TOTO BASUKI
Ketika kembali
ke dalam kelas
Keputusan sudah
diputuskan
Bahkan namaku
tidak ada dalam kandidat
Tapi baiknya
pak TOTO BASUKI
Beliau tetap
memberi aku jabatan
Sebagai WAKIL
PEMIMPIN REDAKSI MAJALAH SMA
Jadinya pasca
peristiwa itu
Aku sering
marah nggak jelas dengan PEMIMPINKU
KEDUA
Kalah dalam
pemilihan KETUA PMR SMA
Sifat orang
Indonesia solu solu
Menunjuk temannya
supaya jadi ketua
Padahal dirinya
sendiri pengen jadi ketua
Ketika SMP
aku melihat itu
Siapapun yang
menunjuk temannya
Malah dirinya
sendiri dipilih
Aku meniru
Aku tunjuk
SIAM HASANDI
Eeeeee......
lain dari yang aku harapkan
SIAM HASANDI
akhirnya jadi KETUA PMR
Aku mutung
Sama sekali
dalam setahun aku menghilang
KETIGA
Kalah dalah
hal percintaan saat KULIAH
Wong aku
sama sekali tidak usaha pendekatan
Wong aku
sama sekali tidak pernah berkorban
Kok minta
memenangkan hati seseorang
Mustahil
Aku tidak
pandai merayu
Aku tidak
pandai menyenang kan hati seseorang
Akhirnya aku
GILA
Masuk rumah
sakit jiwa
KEEMPAT
Namaku DWI
Yang artinya
ANAK KE DUA
Ini hanya
analogi saja
Kalau aku
ingin jadi anak SULUNG
Apa aku
harus MEMBUNUH KAKAKKU?
Apa aku
harus MERUBAH AKTE LAHIRKU?
Apa aku
harus MERUBAH NAMAKU EKO?
Mustahil kan?
DARI STORY
OF MY LIVE
Aku akhirnya
dapat PELAJARAN HIDUP
Ya sudahlah
legowo saja
Kalah atau
menang dalam pemiliha itu biasa
PRINSIPKU
KALI INI
Aku harus
bisa jadi PEMIMPIN
Tanpa aku
harus berdiri di DEPAN
Surabaya
KAMIS 21 AGUSTUS 2014
Blog:
facebook:
@dwi handoko
punya cerita
@buku harian
dwi handoko
@cak handoko
arek pmi
@cak handoko
linmas hansip
@cak handoko
ludruk
@cak handoko
ludruk
@handoko
hanoman
@handoko
janoko
@masa kerja
dwi handoko
@masa kecil
dwi handoko
@masa
sekolah dwi handoko
@hands book
@hands
production
Sabtu, 02 Agustus 2014
Nyekar di makam bapak sebelum Ramadhan 2014
DEAR MY DIARY
Banyak cara orang untuk
mengenang
orang yang kita cintai
ketika dia tiada
salah satunya dengan
NYEKAR
di kuburan sebelum
ramadhan
TAPI AKU BEDA
Kalau ibuku beda
Harus datang ke makam
bapakku
Beli kembang
Bayar yang bersihin
kuburan
Dan baca surat Yasin
Aku beda
Karena aku tidak pernah
punya uang banyak
Cara nyekar itu ribet
Dan aku tidak suka
Caraku untuk mengenang
bapakku
Aku cukup mengenang momen
penting
Yang pernah bapakku
lakukan
Waktu aku kecil
Kelas dua SD
Setelah selesai makan
Di warung pojok stasiun
Pasar Turi
Pulang naik motor
Melewati jalan Raden
Saleh
Antara perempatan Stasiun
Pasar Turi
Hingga perempatan Koblen
Bubutan
Karena impian anak kecil
Mengendarai kendaraan
kelihatan mudah
Aku digonceng di depan
Berusaha mengambil alih
menyetir
Merebut dari tangan
bapakku
Ternyata tidak mudah
Terasa berat sehingga
oleng
Untung tidak jatuh
Tapi bapakku tidak pernah
marah
Apalagi main tangan
Seumur hidup hanya satu
kali
Bapakku memukul mukaku
Gara gara berebut mie
ayam
Dengan adik kandungku
Untuk mengenang peristiwa
itu
Setiap aku pulang dari
manapun
Aku ingin lewat jalan
Raden Saleh
Di perempatan stasiun
Pasar Turi
Aku membuka helm
Tangan kiri memengang
helm
Menyetir hanya tangan
kanan
Berjalan pelan naik motor
Menghirup udara jalan
Raden Saleh
Dan aku merasakan aura
bapakku
Yang sudah meninggal
masih ada di sana
Mendekati Polsek Bubutan
Segera aku pake helm kembali
Karena takut ditilang
oleh pak Polisi
Ini caraku mengenang
Bagaimana dengan caramu?
Surabaya, 24 Juni 2014
Ikuti ceritaku
selengkapnya di BLOG:
Cak handoko ludruk
Buku harian dwi handoko
Masa kecil dwi handoko
Masa sekolah dwi handoko
Handoko janoko
Langganan:
Postingan (Atom)


















